Sejarah dan Arti Penting Perlindungan Tanaman

 Dalam kehidupan manusia, tanaman dan hasilnya merupakan unsur penting, karena sangat memberikan banyak keuntungan, baik berupa bahan makanan, pakaian, maupun kebutuhan bahan bangunan, dan yang tak kalah pentingnya yaitu manfaat bagi kesehatan lingkungan. Di dalam proses budidaya, manusia akan senantiasa untuk merawat, melindungi, dan menjaga tanaman dengan baik agar kebutuhan dalam kehidupannya akan terpenuhi dengan baik. Pengertian Perlindungan tanaman adalah upaya manusia untuk melindungi tanaman dari gangguan yang ditimbulkan oleh OPT (organisme pengganggu tanaman). Di Indonesia, istilah yang lazim digunakan adalah istilah perlindungan tanaman sebagaimana tertera dalam Undang-Undang no 12 tahun 1992, tentang Sistem Budidaya Tanaman, “Perlindungan tanaman adalah segala upaya untuk mencegah kerugian pada budidaya tanaman yang diakibatkan oleh organisme pengganggu tumbuhan".

 Berbagai upaya yang telah dilakukan oleh manusia untuk melindungi tanaman dari serangan hama tidak selalu efektif dan berhasil dengan baik, banyak faktor yang menyebabkan antara lain cara pengendalian, taktik yang digunakan yang tidak tepat sasaran. Sehingga dengan demikian masih terus terjadi ledakan hama dari waktu ke waktu dan bahkan populasi hama semakin bertambah yang mengakibatkan kerugian bagi petani.

 Berdasarkan data FAO, Food and Agriculture Organization kerugian yang diakibatkan oleh serangan hama pada tanaman petani di seluruh dunia mencapai 35%, dengan jumlah spesies hama tanaman yang menyerang yaitu lebih dari 20.000 spesies (Endah, J & Novrizan: 2002). Mencermati besarnya dampak kerugian yang ditimbulkan karena ganguuan OPT, maka untuk itu dibutuhkan adanya perlindungan oleh manusia bagi tanaman dari serangan OPT tersebut. Oleh karena itu , manusia berusaha berpikir untuk mengembangkan taktik pengendalian yang dapat dilakukan untuk dapat mengendalikan agar populasi OPT di bawah ambang ekonomi atau ambang populasi yang dapat merugikan petani

 Di Indonesia aktivitas perlindungan tanaman telah dimulai sejak Jaman pendudukan Belanda dan Jepang di Indonesi. Pada tahun 1900-an, aktivitas pertanian masih belum tersentuh oleh teknologi dan ilmu pengetahuan, melainkan masih bersifat tradisional dan alami yang tujuannya untuk memenuhi kebutuhan manusia seadanya. Didirikannya kebun raya Bogor oleh Gubernur Jenderal Godert Alexander Gerard Philip van der Capellen dengan nama ’s Lands Plantentuin te Buitenzorg pada tahun 1817 merupakan awal mula kegiatan pertanian di Indonesia, termasuk penelitian mengenai hama dan penyakit tanaman karena sudah mulai berdiri pusat-pusat penelitian yang salah satunya adalah Herbarium Bogoriense. Departemen Pertanian, Kerajinan dan Perdagangan Hindia Balanda didirikan pada tahun 1905. Lembaga terebut memiliki fungsi untuk memperbaiki kondisi pertanian. Yang sifatnya tradisional yang kemudian lebih dikenal dengan Pertanian Rakyat. Pada masa itu Pemerintah Hindia Belanda memeperbaiki infrastruktur dengan membangun irigasi lahan pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan produksi pertanian. Kondisi saat itu menyebabkan produksi tanaman pangan meningkat sehingga kebutuhan beras di luar Jawa dapat dipenuhi terpenuhi (Untung: 2007).

 di Indonesia pada tahun 1980 pemerintah melaksanakan proyek penerapan PHT (Pengelolaan Hama Terpadu) pada 6 (enam) provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan. Dari hasil pelaksanaan proyek tersebut PHT dianggap dari sisi produksi, namun demikian jumlah pestisida kimia yang digunakan untuk tanaman yang menerapkan PHT jauh lebih sedikit. Oleh karena itu Pemerintah mengeluarkan Instruksi Presiden nomor 3, 1986 tentang Pengendalian Hama Wereng Cokelat pada tanaman Padi dengan penegasan antara lain :

  1. Penerapan PHT untuk pengendalian wereng cokelat, Nilaparvata lugens dan hama padi lainnya
  2. Melarang penggunaan 57 merek dagang formulasi insektisida pada padi
  3. Melakukan koordinasi untuk peningkatan pengendalian wereng tersebut
  4. Melaksanakan pelatihan petani dan petugas tentang program PHT

 Tindaklanjut Inpres 3/1986, dukungan yuridis terhadap PHT diperkuat dengan keluarnya UU No. 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman. UU tersebut menyatakan bahwa perlindungan tanaman dilaksanakan dengan sistem Pengendalian Hama Terpadu. Berdasarkan UU ini, tahun 1995 Pemerintah menetapkan Peraturan Pemerintah No.6 tahun 1995 tentang Perlindungan Tanaman. Dengan dua peraturan perundang-undangan tersebut, kedudukan PHT sebagai kebijakan nasional perlindungan tanaman menjadi sangat kuat (Untung :2007). Kebijakan pelarangan pestisida dilanjutkan dengan kebijakan pemerintah tentang pencabutan subsidi pestisida pada tahun 1989 (Martono : 2009).


SOAL LATIHAN

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah soal latihan berikut!
  1. Jelaskan mengapa manusia perlu menjaga dan merawat tanaman!
  2. Jelaskan latar belakang munculnya perlindungan tanaman!
  3. Sebutkan daerah mana saja yang pertama melaksanakan proyek PHT, serta apa dampak dari penerapan proyek tersebut!
  4. Sebutkan 4 butir kebijakan yang berkaitan dengan penerapan PHT sesuai Instruksi Presiden nomor 3 Tahun 1986 Tentang Pengendalian Hama Wereng Cokelat Padi!

 Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Pembelajaran 1.

\( \Large \mathrm{Tingkat Penguasaan \ =\ \frac{Jumlah Jawaban yang Benar}{Jumlah Soal} \times 100\%} \)
Arti tingkat penguasaan : 90 - 100% = baik sekali
80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan pembelajaran 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Pembelajaran 1, terutama bagian yang belum dikuasai.

PETUNJUK JAWABAN SOAL LATIHAN

 Manusia perlu menjaga dan merawat tanaman karena tanaman merupakan salah satu unsur penting dalam kehidupan manusia, melalui tanaman manusia banyak mendapatkan manfaat seperti manfaat baik kebutuhan pangan, sandang, maupun papan, tidak hanya itu tetapi juga kesehatan lingkungan.

 Di Indonesia aktivitas perlindungan tanaman telah dimulai sejak Jaman pendudukan Belanda dan Jepang di Indonesi. Pada tahun 1900-an, aktivitas pertanian masih belum tersentuh oleh teknologi dan ilmu pengetahuan, melainkan masih bersifat tradisional dan alami yang tujuannya untuk memenuhi kebutuhan manusia seadanya. Didirikannya kebun raya Bogor oleh Gubernur Jenderal Godert Alexander Gerard Philip van der Capellen dengan nama ’s Lands Plantentuin te Buitenzorg pada tahun 1817 merupakan awal mula kegiatan pertanian di Indonesia, termasuk penelitian.

 Di Indonesia pada tahun 1980 pemerintah melaksanakan proyek penerapan PHT (Pengelolaan Hama Terpadu) pada 6 (enam) provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan. Dari hasil pelaksanaan proyek tersebut PHT dianggap dari sisi produksi, namun demikian jumlah pestisida kimia yang digunakan untuk tanaman yang menerapkan PHT jauh lebih sedikit. Oleh karena itu Pemerintah mengeluarkan Instruksi Presiden nomor 3, 1986 tentang Pengendalian Hama Wereng Cokelat pada tanaman Padi dengan penegasan antara lain :

  • Penerapan PHT untuk pengendalian wereng cokelat, Nilaparvata lugens dan hama padi lainnya
  • Melarang penggunaan 57 merek dagang formulasi insektisida pada padi
  • Melakukan koordinasi untuk peningkatan pengendalian wereng tersebut
  • Melaksanakan pelatihan oleh petani dan petugas tentang program PHT


RANGKUMAN

 Di Indonesia aktivitas perlindungan tanaman telah dimulai sejak Jaman pendudukan Belanda dan Jepang di Indonesi. Pada tahun 1900-an, aktivitas pertanian masih belum tersentuh oleh teknologi dan ilmu pengetahuan, melainkan masih bersifat tradisional dan alami yang tujuannya untuk memenuhi kebutuhan manusia seadanya. Didirikannya kebun raya Bogor oleh Gubernur Jenderal Godert Alexander Gerard Philip van der Capellen dengan nama ’s Lands Plantentuin te Buitenzorg pada tahun 1817 merupakan awal mula kegiatan pertanian di Indonesia, termasuk penelitian.

 Pada tahun 1980 pemerintah melaksanakan proyek penerapan Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) pada 6 provinsi yang menghasilkan penggunaan pestisida yang lebih sedikit dengan hasil maksimal.


TES FORMATIF

Pilihlah satu jawaban yang tepat!
  1. Mengapa manusia perlu melindungi tanaman, karena?
    1. Bermanfaat bagi lingkungan
    2. Tanaman merupakan unsur penting dalam kehidupan manusia
    3. Bermanfaat bagi kebutuhan pangan
    4. Semua jawaban benar
  2. Perlindungan tanaman merupakan upaya untuk menjaga tanaman dari?
    1. Manusia
    2. Cuaca
    3. Hama
    4. Hewan
  3. Berapakah jumlah spesies hama tanaman yang menyerang tanaman sesuai data yang dihimpun oleh FAO?
    1. 10.000 Spesies
    2. 20.000 Spesies
    3. 30.000 Spesies
    4. 40.000 Spesies
  4. Food and Agriculture Organization (FAO) merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang?
    1. Organisasi kesehatan
    2. Organisasi perdagangan
    3. Organisasi buruh
    4. Organisasi Pangan dan Pertanian
  5. Kegiatan perlindungan tanaman dimulai sejak?
    1. Penjajahan Belanda
    2. Kerajaan Majapahit
    3. Orde Lama
    4. Orde Baru
  6. Tahun berapa kebun Raya Bogor didirikan?
    1. 1990
    2. 1980
    3. 1905
    4. 1817
  7. Tahun 1980 Pemerintah melaksanakan proyek PHT di provinsi, kecuali?
    1. Sulawesi Selatan
    2. Jawa Barat
    3. Jawa Timur
    4. Jakarta
  8. Apa hasil penerapan program PHT?
    1. Hasil panen melimpah
    2. Penggunaan pestisida kimia lebih sedikit
    3. Tanaman jauh lebih sehat
    4. Musnahnya hama tanaman
  9. Isi 4 butir kebijakan berkaitan dengan penerapan PHT sesuai Instruksi Presiden nomor 3 Tahun 1986 Tentang Pengendalian Hama Wereng Cokelat Padi?
    1. Melarang penggunaan 57 nama dagang formulasi (merek) insektisida pada padi
    2. Melaksanakan koordinasi untuk peningkatan pengendalian wereng cokelat
    3. Melakukan pelatihan petani dan petugas tentang PHT
    4. Semua jawaban benar
  10. Setelah Inpres 3/1996, dukunan yuridis terhadap PHT diperkuat dengan keluarnya Undang-undang?
    1. Undang-undang No. 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman
    2. Undang-undang No. 12 tahun 1992 tentang Pengelolaan Hama Terpadu
    3. Undang-undang No. 12 tahun 1992 tentang Pemberantasan Hama
    4. Undang-undang No. 12 tahun 1992 tentang Perlidungan Tanaman
Last modified: Friday, 3 July 2020, 12:43 PM