Pengendalian Alami dan Hayati

 Pengendalian alami adalah mempertahankan jumlah populasi di dalam batas atas dan bawah dengan aktivitas lingkungan secara keseluruhan (Alston : 2011). Faktor fisik dan biotik yang merupakan bagian dari faktor lingkungan dapat mempertahankan batas atas dan bawah. Batas atas dan batas bawah tersebut beragam tergantung pada keadaan geografi, atau dapat berubah karena waktu di dalam kondisi geografi. Pengendalian hayati secara tradisional dibatasi pada aktivitas musuh alami dan serangga fitofog pemakan gulma, meskipun ruang lingkup tersebut kemudian diperluas yaitu termasuk di dalamnya semua aktivitas organisme hidup. Ciri-ciri musuh alami yang efektif menurut van Emden, antara lain :

  1. Mempunyai daya cari yang Tinggi (High Searching Capacity). Sifat ini merupakan kemampuan untuk menentukan inangnya bilamana inangnya berada pada populasi yang rendah.
  2. Inangnya Spesifik (Kekhususan Inang). Tingginya kekhususan inang ini menggambarkan adaptasi biofiologi parasitoid yang baik, sehingga kurang tergantung pada perubahan populasi inangnya.
  3. Mempunyai potensi Laju Peningkatan yang tinggi. Sifat ini penting terutama apabila musuh alami hidup pada lingkungan yang bervariasi.
  4. Kemampuan musuh alami untuk menempati dan hidup dengan baik pada semua Nise Inang
  5. Musuh Alami harus dapat dibiakkan dalam kondisi Laboratoris. Sifat tersebut terutama untuk memudahkan memproduksi musuh alami dalam program kolonisasi dan penyebaran musuh alami ke lapang.

 Pengendalian hayati adalah strategi pengendalian alami yang memanfaatkan agen hayati untuk pengendalian hama. Pada pengunaan secara konvensional, istilah ini biasanya mengarah pada praktik membiakkan dan melepaskan musuh alami (parasotiod, predator, pathogen). Batasan pengendalian hayati yang lebih luas adalah meliputi setiap kegiatan pengelolaan yang terkait yang dirancang untuk melindungi atau melestarikan musuh alami (Mayer, 2003). Ruang lingkup pengendalian hayati meliputi :

  1. Mendatangkan musuh alami, atau pengendalian hayati klasik.
  2. Konservasi. Berbagai kegiatan pengelolaan dapat digunakan untuk mengoptimalkan kelangsungan hidup serta efektivitas musuh alami
  3. Augmentasi. Musuh alami mampu bertahan hidup dan/atau menetap di lingkungan yang baru, serta kadang-kadang bisa dibiakkan dalam jumlah besar dan secara berkala diliris untuk menekan populasi hama.

Menurut mayer (2003), ciri-ciri agen hayati yang efektif adalah sebagai berikut :

  1. Kisaran inang sempit. Predator generalis mungkin musush alami yang baik tetapi mereka tidak membunuh hama dengan cukup ketika mangsa jenis lain juga tersedia
  2. Adaptasi iklim. Musuh alami harus dapat bertahan pada iklim yang ekstrim yang akan mereka hadapi di lingkungan baru
  3. Sinkroni dengan siklus hidup inang (mangsa)
  4. Potensi reproduksi tinggi. Agen biokontrol yang baik menghasilkan jumlah besar keturunan.
  5. Kemampuan pencarian yang efisien. Dalam rangka untuk mempertahankan hidup, musuh alami yang efektif harus mampu menemukan mangsa
  6. Waktu penanganan singkat. Musuh alami yang mengkonsumsi mangsa denga cepat dan teratur.
  7. Hidup pada kerapatan mangsa yang rendah. Jika musuh alami terlalu efisien, dapat menghilangkan pasokn makanan sendiri dan kemudian mati kelaparan.

SOAL LATIHAN

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah soal latihan berikut!
  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pengendalian alami!
  2. Sebutkan ciri-ciri musuh alami yang efektif!
  3. Apa yang dimaksud dengan pengendalian hayati?
  4. Jelaskan makna batasan pengendalian hayati yang lebih luas!
  5. Sebutkan ruang lingkup pengendalian hayati!

 Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Pembelajaran 1.

image/svg+xml Tingkat penguasaan = Jumlah Jawaban yang Benar Jumlah Soal ✕ 100%

Arti tingkat penguasaan : 90 - 100% = baik sekali
80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

 Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan ke Kegiatan Pembelajaran 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Pembelajaran 1, terutama bagian yang belum dikuasai.


PETUNJUK JAWABAN SOAL LATIHAN

  1. Pengendalian alami adalah mempertahankan jumlah populasi di dalam batas atas dan bawah dengan aktivitas lingkungan secara keseluruhan.
  2. Ciri-ciri musuh alami yang efektif, antara lain :
    1. Mempunyai daya cari yang Tinggi (High Searching Capacity). Sifat ini merupakan kemampuan untuk menentukan inangnya bilamana inangnya berada pada populasi yang rendah.
    2. Inangnya Spesifik (Kekhususan Inang). Tingginya kekhususan inang ini menggambarkan adaptasi biofiologi parasitoid yang baik, sehingga kurang tergantung pada perubahan populasi inangnya.
    3. Mempunyai potensi Laju Peningkatan yang tinggi. Sifat ini penting terutama apabila musuh alami hidup pada lingkungan yang bervariasi.
    4. Kemampuan musuh alami untuk menempati dan hidup dengan baik pada semua Nise Inang
    5. Musuh Alami harus dapat dibiakkan dalam kondisi Laboratoris. Sifat tersebut terutama untuk memudahkan memproduksi musuh alami dalam program kolonisasi dan penyebaran musuh alami ke lapang.
  3. Pengendalian hayati adalah strategi pengendalian alami yang memanfaatkan agen hayati untuk pengendalian hama.
  4. Batasan pengendalian hayati yang lebih luas adalah meliputi setiap kegiatan pengelolaan yang terkait yang dirancang untuk melindungi atau melestarikan musuh alami
  5. Ruang lingkup pengendalian hayati meliputi :
    1. Mendatangkan musuh alami, atau pengendalian hayati klasik.
    2. Konservasi. Berbagai kegiatan pengelolaan dapat digunakan untuk mengoptimalkan kelangsungan hidup serta efektivitas musuh alami.
    3. Augmentasi. Musuh alami mampu bertahan hidup dan/atau menetap di lingkungan yang baru, serta kadang-kadang bisa dibiakkan dalam jumlah besar dan secara berkala diliris untuk menekan populasi hama.

RANGKUMAN

 Pengendalian alami adalah mempertahankan jumlah populasi di dalam batas atas dan bawah dengan aktivitas lingkungan secara keseluruhan. Pengendalian hayati secara tradisional dibatasi pada aktivitas musuh alami dan serangga fitofog pemakan gulma, meskipun ruang lingkup tersebut kemudian diperluas yaitu termasuk di dalamnya semua aktivitas organisme hidup. Pengendalian hayati adalah strategi pengendalian alami yang memanfaatkan agen hayati untuk pengendalian hama. Batasan pengendalian hayati yang lebih luas adalah meliputi setiap kegiatan pengelolaan yang terkait yang dirancang untuk melindungi atau melestarikan musuh alami


TES FORMATIF

Pilihlah satu jawaban yang tepat!
  1. Mempertahankan jumlah populasi di dalam batas atas dan bawah dengan aktivitas lingkungan secara keseluruhan, merupakan pengertian dari?
    1. Pengendalian alami
    2. Faktor fisik
    3. Faktor biotik
    4. Pengendalian hayati
  2. Berikut adalah bagian dari faktor lingkungan!
    1. Faktor fisik
    2. Faktor geografi
    3. Faktor hama
    4. Faktor pestisida
  3. High Searching Capacity Merupakan pengertian dari?
    1. Kemampuan tanaman yang tinggi
    2. Kapasitas pencarian yang tinggi
    3. Mempunyai daya cari yang Tinggi
    4. Tingginya penyakit tanaman
  4. Makna pengendalian hayati adalah sebagai berikut!
    1. Mempertahankan jumlah populasi di dalam batas atas dan bawah dengan aktivitas lingkungan secara keseluruhan
    2. Strategi pengendalian alami yang memanfaatkan agen hayati untuk pengendalian hama.
    3. Kemampuan musuh alami untuk menempati dan hidup dengan baik pada semua Nise Inang
    4. kemampuan untuk menentukan inangnya bilamana inangnya berada pada populasi yang rendah.
  5. Berikut adalah ciri-ciri musuh alami yang efektif, kecuali!
    1. Inangnya Spesifik (Kekhususan Inang)
    2. Mempertahankan batas atas dan bawah
    3. Mempunyai potensi Laju Peningkatan yang tinggi
    4. Mempunyai daya cari yang Tinggi
  6. Berikut adalah musuh alami, kecuali!
    1. Parasotiod
    2. Laboratoris
    3. Predator
    4. Pathogen
  7. Ruang lingkup pengendalian hayati adalah sebagai berikut, kecuali!
    1. Mendatangkan musuh alami
    2. Konservasi
    3. Transformasi
    4. Augmentasi
  8. Kisaran inang sempit merupakan bagian dari dari?
    1. Ciri-ciri agen hayati yang efektif
    2. Ruang lingkup pengendalian hayati
    3. Augmentasi
    4. Ciri-ciri musuh alami
  9. Makna adaptasi iklim dalam ciri-ciri agen hayati yang efektif adalah sebagai berikut!
    1. Musuh alami harus dapat bertahan pada iklim yang ekstrim
    2. Tanaman harus mampu beradaptasi dengan iklim
    3. Pengendalian hama tanaman menggunakan faktor iklim
    4. Sinkroni dengan siklus hidup inang
  10. Berikut adalah ciri-ciri agen hayati yang efektif, kecuali!
    1. Kemampuan pencarian yang efisien
    2. Waktu penanganan singkat
    3. Hidup pada kerapatan mangsa yang rendah
    4. Mempunyai potensi Laju Peningkatan yang tinggi
Last modified: Thursday, 2 July 2020, 12:09 AM