Taktik Menggunakan Peranan Insektisida

 Penggunaan insektsida pada lahan pertanian memiliki kelebihan dan juga keterbatasan apabila dibandingkan dengan pengendalian lainnya. Dalam PHT tidak dapat dikatakan bahwa sama sekali tidak menggukan insektisida. Namun, dalam pengaplikasiannya memerlukan pengetahuan lebih dalam mengenai bagaimana penggunaan insektisida pada tanaman agar lebih efektif dan tidak merusak lingkungan sesuai dengan program PHT. Ada dua prinsip dalam menggunakan insektisida pada tanaman, yaitu (Metcalf : 1975) :

  1. Cara pemberian insektisida yang berdasarkan perlakuan rutin berjadwal dan apabila dibutukan dapat diberikan pemberian yang baru (treat-whan-necessary)
  2. Pengendalian hama 100% (pembasmian) tidak diperlukan untuk mencegah kehilangan hasil secara ekonomis

 Dalam penerapan PHT, penggunaan insektisida dapat dikategorikan dalam 3 macam, yaitu (Gatot Mudjiono : 2013) :

  1. Penyemprotan insektisida didasarkan pada pemilihan waktu yang tepat, yaitu ditujukan pada titik lemah siklus hidup hama;
  2. Pegendalian dengan menggunakan insektisida merupakan cadangan untuk mengatasi keadaaan eidemik suatu hama, yaitu apabila semua tindakan pengendalian tidak mampu untuk mencegah peningkatan populasi hama hingga mencapai ambang kerusakan ekonomi;
  3. Perlakuan dengan insektisida yang bersifat prefentif harus menghasilkan dampak selektif, yang dilakukan dengan dosis yang rendah dan kurang menimbulkan pengaruh terhadap lingkungan

 Aplikasi insektisida dalam penerapan PHT juga harus melindungi musuh alami agar tidak ikut mati akibat dari aplikasi insektisida, untuk itu perlu dipahami untuk melindungi musuh alami di daerah tertentu agar musuh alami terhindar dari pengaruh insektisida, yaitu dengan cara menyemprotkan insektisida hanya pada tempat tertentu saja, baik secara berpindah-pindah (skip treatment), perlakuan ditempat tertentu (spot treatment), maupun perlakuan berjalur-jalur (strip treatment). Maka, dengan bentuk aplikasi tersebut diharapkan musuh alami dapat terhidar dari pengaruh insektisida yang dapat membuat kelangsungan hidup musuh alami terancam. Selain itu, pemberian insktisida juga dapat dilaksanakan pada saat stadia musuh alami tahan terhadap insektisida dengan memilih waktu yang tepat dalam pengaplikasian insektisida pada saat stadia musuh alami yang tahan, karena musuh alami juga memiliki peran besar dalam membasmi hama.

 Pemililihan insektisida dalam program PHT juga memiliki peran yang penting karena ada beberapa kriteria dalam pandangan PHT untuk menetapkan insektisida yang tepat. Adapun faktor dalam menetapkan insektisida yang tepat adalah sebagai berikut :

  1. Jenis insektisida
    Jenis insektisida meliputi informasi mengenai sifat kimia hahan aktif, aktivitas biologis insektisida terhadap target, daya racun terhadap manusia dan binatang lainnya, pengaruh terhadap organisme non target (tanaman, serangga parasite, predator, pollinator, binatang liar, serta pengaruhnya terhadap lingkungan)
  2. Metode insektisida
    Insektisida dapat diaplikasikan sebagai fumigant, dengan cara diasapkan, aerosol, penyemprotan, dll
  3. Waktu aplikasi insektisida
    Insektisida dapat diaplikasikan pada pagi, siang, sore dan malam hari. Namun, harus tetap dipertimbangkan mengenai pengaruh insektisida terhadap lingkungan

 Pemilihan insektisida berdasarkan rating pada berdasarkan PHT, merupakan salah satu fakor penting dalam mengaplikasikan insektisida pada tanaman. Dalam pemilihan insektisida, maka hal yang perlu dipertimbangkan adalah keamanan terhadap manusia, musuh alami, dan lingkungan berdasarkan nilai rating insektisida. Nilai rating insektisida ditetapkan berdasarkan performa rata-rata dalam toksisitas akut terhadap manusia dan hewan peliharaan; daya racun insektisida terhadap organisme indikator lingkungan; dan persistensi insektisida.
Berikut adalah rating insektisida dalam angka menurut Gatot Mudiono :

  1. Daya racun akut terhadap manusia dan binatang peliharaan, biasanya dinyatakan dengan besarnya nilai LD50 (mg insektisida/kg berat badan binatang uji) terhadap tikus yang diberikan secara oral.
    No Nilai LD50 Rating
    1 > 1000 1
    2 200 - 1000 2
    3 50 - 200 3
    4 10 - 50 4
    5 < 10 5
  2. Daya racun terhadap organisme non target
    No Nilai LD50 (mg/kg) secara oral pada burung Nilai LC50 (ppm) per 48 jam pada Ikan Nilai LD50 (mg/kg) secara topical pada Lebah madu Rating
    1 > 1000 > 10 > 100 1
    2 200 - 1000 0.1 - 1.0 20 - 100 2
    3 50 - 200 0.01 - 0.1 5 - 20 3
    4 10 - 50 0.001 - 0.001 1 - 5 4
    5 < 50 < 0.001 < 1 5
  3. Persistensi insektisida di lingkungan yang didasarkan pada waktu paruh insektisida di dalam tanah
    No Nilai Waktu Paruh di Dalam Tanah Rating
    1 < 1 1
    2 1 - 4 2
    3 4 - 12 3
    4 12 - 36 4
    5 36 - 120 5

 Penggunaan insektisida melalui pandangan PHT, memiliki beberapa keuntungan (Metcalf : 1975), antara lain :

  1. Insektisida merupakan satu-satunya cara pengendalian yang praktis dalam pengendalian populasi hama yang mencapai ambang kerusakan ekonomis;
  2. Iensektisida mempunyai aktivitas penyembuhan yang cepat dalam mencegah kehilangan hasil lebih besar;
  3. Sifat-sifat, penggunaan, dan cara aplikasinya mempunyai kisaran yang luas untuk menghadapi berbagai macam keadaan hama;
  4. Biaya penggunaan pestisida rendah dan sering menghasilkan keuntungan, serta membutuhkan sedikit tenaga lerja.

 Selain keuntungan, penggunaan insektisida juga memiliki keterbatasan, yaitu munculnya hama yang resisten; timbulnya ledakan kembali populasi hama setelah pelaksanaan pengendalian dengan insektisida karena secara tidak langsung ensektisida meningkatkan nilai gizi tanaman sebagai pakan serangga; mematikan serangga polinator dan serangga non target yang lainnya; insektisida juga berpengaruh secara langsung terhadap manusia apabila cara pengaplikasiannya tidak dilakukan dengan baik. Menurut (Pimentel : 1981) penggunaan insektisida juga dapat menimbulkan biaya ekstra, dalam bentuk :

  1. biaya pengonbatan untuk korban yang keracunan pestisida.
  2. Hilangnya lebah madu yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas produksi
  3. Berkurangnya produksi buah dan biji-bijian
  4. Kematian ternak
  5. Kematian ikan
  6. Kematian binatang liar dan burung
  7. Kematian musuh alami
  8. Timbulnya masalah hama akibat perubahan fisiologi tanaman yang terkena pengaruh pestisida
  9. Berkembangnya polulasi serangga yang resisten

SOAL LATIHAN

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah soal latihan berikut!
  1. Sebutkan dua prinsip dalam menggunakan insektisida pada tanaman!
  2. Sebutkan dan jelaskan 3 macam kategori penggunaan insektisida !
  3. Bagaimana cara menghindarkan musuh alami dari pengaruh insektisida?
  4. Apa saja kriteria untuk menetapkan insektisida yang tepat dalam program PHT?
  5. Apa yang mendasari ditetapkannya nilai rating insektisida!

 Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Pembelajaran 2.

image/svg+xml Tingkat penguasaan = Jumlah Jawaban yang Benar Jumlah Soal ✕ 100%

Arti tingkat penguasaan : 90 - 100% = baik sekali
80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

 Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan ke modul 9. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Pembelajaran 2, terutama bagian yang belum dikuasai.


PETUNJUK JAWABAN SOAL LATIHAN

  1. Ada dua prinsip dalam menggunakan insektisida pada tanaman, yaitu :
    1. Cara pemberian insektisida yang berdasarkan perlakuan rutin berjadwal dan apabila dibutukan dapat diberikan pemberian yang baru (treat-whan-necessary)
    2. Pengendalian hama 100% (pembasmian) tidak diperlukan untuk mencegah kehilangan hasil secara ekonomis
  2. penggunaan insektisida dapat dikategorikan dalam 3 macam, yaitu :
    1. Penyemprotan insektisida didasarkan pada pemilihan waktu yang tepat, yaitu ditujukan pada titik lemah siklus hidup hama;
    2. Pegendalian dengan menggunakan insektisida merupakan cadangan untuk mengatasi keadaaan eidemik suatu hama, yaitu apabila semua tindakan pengendalian tidak mampu untuk mencegah peningkatan populasi hama hingga mencapai ambang kerusakan ekonomi;
    3. Perlakuan dengan insektisida yang bersifat prefentif harus menghasilkan dampak selektif, yang dilakukan dengan dosis yang rendah dan kurang menimbulkan pengaruh terhadap lingkungan
  3. Dengan cara menyemprotkan insektisida hanya pada tempat tertentu saja, baik secara berpindah-pindah (skip treatment), perlakuan ditempat tertentu (spot treatment), maupun perlakuan berjalur-jalur (strip treatment).
  4. Kriteria untuk menetapkan insektisida yang tepat dalam program PHT adalah kenis insektisida; metode insektisida; dan waktu aplikasi insektisida
  5. Nilai rating insektisida ditetapkan berdasarkan performa rata-rata dalam toksisitas akut terhadap manusia dan hewan peliharaan; daya racun insektisida terhadap organisme indikator lingkungan; dan persistensi insektisida

RANGKUMAN

 Pada program PHT, aplikasi insektisida juga dibutuhkan dalam kondisi tertentu. Penggunaan insektsida pada lahan pertanian memiliki kelebihan dan juga keterbatasan apabila dibandingkan dengan pengendalian lainnya. Aplikasi insektisida dalam penerapan PHT juga harus melindungi musuh alami agar tidak ikut mati akibat dari aplikasi insektisida. Pemililihan insektisida dalam program PHT juga memiliki peran yang penting. Salah satu keuntungan penggunaan insektisida adalah Insektisida merupakan satu-satunya cara pengendalian yang praktis dalam pengendalian populasi hama yang mencapai ambang kerusakan ekonomis. Sedangkan keterbatasan insektisida adalah munculnya hama yang resisten, dan timbulnya ledakan kembali populasi hama setelah pelaksanaan pengendalian dengan insektisida karena secara tidak langsung ensektisida meningkatkan nilai gizi tanaman sebagai pakan serangga.


TES FORMATIF

  1. Mengpa pengaplikasian insektisida memerlukan pengetahuan yang mendalam?
    1. Agar lebih mengetahui prosedur pemberian
    2. Agar lebih menguntungkan petani
    3. Agar lebih efektif dan tidak merusak lingkungan
    4. Agar lebih cepat hasilnya
  2. Cara pemberian insektisida yang berdasarkan perlakuan rutin berjadwal, adalah bagian dari?
    1. Prinsip dalam menggunakan insektisida
    2. Cara dalam menggunakan insektisida
    3. Metode dalam menggunakan insektisida
    4. Fungsi insektisida
  3. Berikut adalah prinsip dalam menggunakan insektisida!
    1. Penyemprotan insektisida didasarkan pada pemilihan waktu yang tepat, yaitu ditujukan pada titik lemah siklus hidup hama
    2. berpindah-pindah (skip treatment)
    3. Pengendalian hama 100% (pembasmian) tidak diperlukan untuk mencegah kehilangan hasil secara ekonomis
    4. Perlakuan ditempat tertentu (spot treatment)
  4. Berikut faktor dalam menetapkan insektisida yang tepat, kecuali!
    1. Jenis insektisida
    2. Jumlah pemberian insektisida
    3. Metode insektisida
    4. Waktu aplikasi insektisida
  5. Berikut adalah hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan insektisida, kecuali!
    1. keamanan terhadap manusia
    2. musuh alami,
    3. jenis hama
    4. lingkungan berdasarkan nilai rating insektisida
  6. Jumlah nilai LD50 rating 1 pada daya racun akut terhadap manusia dan binatang peliharaan adalah!
    1. > 1000
    2. 200 – 1000
    3. < 1000
    4. > 2000
  7. Nilai LC50 (ppm) per 48 jam pada Ikan yang diterapkan terhadap organisme non target pada rating 1 adalah
    1. > 100
    2. > 10
    3. > 1000
    4. > 10000
  8. Berikut merupakan keuntungan penggunaan insektisida, kecuali!
    1. Insektisida merupakan satu-satunya cara pengendalian yang praktis dalam pengendalian populasi hama yang mencapai ambang kerusakan ekonomis;
    2. Iensektisida mempunyai aktivitas penyembuhan yang cepat dalam mencegah kehilangan hasil lebih besar;
    3. Sifat-sifat, penggunaan, dan cara aplikasinya mempunyai kisaran yang luas untuk menghadapi berbagai macam keadaan hama;
    4. Berkurangnya produksi buah dan biji-bijian
  9. Nilai waku paruh di dalam tanah yang memperoleh rating 1 pada persistensi insektisida di lingkungan adalah!
    1. < 1
    2. < 0.1
    3. < 0.01
    4. < 0.001
  10. Berikut adalah keterbatasan penggunaan insektisida, kecuali!
    1. Munculnya hama yang resisten
    2. Timbulnya ledakan kembali populasi hama
    3. Mematikan serangga polinator dan serangga non target yang lainnya
    4. Memberikan berikan kesuburan pada tanah
Last modified: Thursday, 2 July 2020, 12:20 AM