Pengambilan Keputusan dalam PHT

 Pengembangan program PHT tergantung pada beberapa interaksi informasi yang digunakan secara bersama-sama untuk membuat keputusan penelolaan. Keputusan yang paling efektif dalam PHT memerlukan informasi yang relevan dengan semua langkah yang diperoleh sebelum keputusan dibuat. Dalam mengabil keputusan maka perlu memperhatikan beberapa langkah, sebagai berikut (Gatot Mudjiono : 2013) :

  1. Melakukan identifikasi spesies hama dengan tepat
    Mengidentifikasi hama pada tanaman yang ada dalam agroekosistem merupakan langkah awal yang harus ditempuh serta langkah tersebut haruslah tepat, karena apabila indetifikasi terhadap hama tidak tepat, maka informasi terkait ekologi dan biologi hama yang digunakan sebagai dasar untuk membuat keputusan yang tidak tepat. Apabila cara tersebut tidak tepat maka akan menghasilkan tindakan yang tidak perlu dan tidak efektif yang dapat berakibat fatal apabila keputusan tersebut terus dilaksanakan. Maka dari itu, penting untuk mengidentifikasi spesies hama secara tepat.

  2. Menetapkan parameter hama dan biologi pertanaman
    Parameter yang dimaksud dalam hal ini adalah ukuran populasi hama, distribusi hama, tingkatan dan perkembangan hama, serta spesies, distribusi dan banyaknya srangga berguna, status tanaman iniang dan nilai ekonomi tanaman

  3. Merencanakan/menilai strategi preventif
    Tidakan pencegahan adalah strategi penelolaan yang lebih efektif dan disukai dalam PHT. Tindakan preventif/pencegahan dimulai dengan pemeriksaan lahan serta semua aspek dari sistem produksi tanaman agar dapat menentukan apakah tanaman tersebut dapat diobati guna mencegah populasi hama melebihi ambang ekonomi

  4. Pemantauan
    Pemantauan ini melibatkan cara langsung dan tidak langsung yang bertujuan untuk menghitung dan menilai kerusakan, atau penggunaan alat perangkap. Pemantauan melibatkan penilaian periodic dan perekaman hama, faktor pengendali, karakteristik tanaman, dan faktor lingkungan. Komponen utama pada pemantauan terbagi atas dua yaitu :
    1. menentukan padat populasi hama; dan
    2. menentukan kondisi dan karakteristik tanaman
    Cara terbaik untuk menentukan padat pupulasi adalah dengan menghitung kepadatan di sejumlah daerah contoh dan kemudian diekstrapolasi untuk mewakili seluruh lahan. Selain itu, untuk menentukan tingkat kesehatan dan pertumbuhan tanaman harus diamati secara teratur.

  5. Pengambilan keputusan
    Pengambilan keputusan melibatkan evaluasi terhadap informasi hasil pemantauan yang dikumpukan dalam langkah keempat untuk menilai manfaat ekonomi yang relevan versus risiko suatu tindakan pengelolaan hama. Pertanyaan mencakup pengambilan keputusan, antara lain:
    1. Apakah kita akan kehilangan jika kita tidak berbuat apa-apa? Apa yang kita dapatkan?
    2. Apakah cukup agen pengendali alami yang hadir untuk mengurani populasi hama di bawah ambang ekonomi?
    3. Apakah potensi kerusakan hama lebih mahal dibandungkan pengendalian hama? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, biasanya dilakukan dengan membandingkan perkiraan ukutan populasi hama dengan ambang ekonomi. Ini berfungsi sebagai referensi untuk potensi kerugian pada tahap pertumbuhan tanaman tertentu ayat sekumpulan kondisi tanaman

  6. Memilih taktik pengendalian hama optional
    Beberapa pertimbangan yang terkait dengan memilih dan merekomendasikan tektik dalam program PHT yang lebih luas adalah taktik tersebut perlu diintegrasikan ke dalam tiga komponen komunitas pertanian, adapun tiga komponen tersebut antara lain:
    1. Tersedia metode PHT
      Penerapan PHT perlu menyatukan bersama-sama berbagai pencegahan, pengamatan, keputusan, dan metode intervensi yang tersedia untuk petani
    2. Sistem tanam / agroekosistem
      Program PHT harus sesuai dengan sistem tanam dan agroekosistem
    3. Kesehatan masyarakat
      PHT perlu mempertimbangkan kesehatan masyarakat, melalui peningkatan keuntungan dan menurunkan tingkat pemaparan pestisida

  7. Implementasi
    Setelah intervensi ditetapkan, maka perlu digunakan pada waktu yang tepat dan lengkap. Ketika telah diintervensi dengan pestisida, maka sangat penting untuk diingat bahwa waktu dan penempatan yang tepat sering kali lebih penting daripada tingkat aplikasi.

  8. Evaluasi
    Ketika telah melaksanakan program PHT, maka kita harus selalu meluangkan waktu untuk menindaklanjuti dan mengevaluasi tindakan pengendalian hama untuk menentukan apakah apa yang sudah dilaksanakan dapat dikategorikan memiliki hasil yang maksimal. Apabilah hasilnya tidak seperti yang diharapkan maka dapat dievaluasi guna memberikan hasil yang baik pada periode tanaman berikutnya.


SOAL LATIHAN

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah soal latihan berikut!
  1. Jelaskan makna “menetapkan parameter hama dan biologi pertanaman”!
  2. Sebutkan dua komponen utama pada langkah pemantauan!
  3. Jelaskan makna tindakan pencegahan pada langkah “Merencanakan/menilai strategi preventif” !
  4. Mengapa langkah evaluasi perlu dilaksanakan?
  5. Sebutkan urutan lngkah yang perlu dilakukan dalam mengambil keputusan!

 Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Pembelajaran 2.

image/svg+xml Tingkat penguasaan = Jumlah Jawaban yang Benar Jumlah Soal ✕ 100%

Arti tingkat penguasaan : 90 - 100% = baik sekali
80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

 Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, maka anda telah mengusai seluruh pembelajaran pada modul ini. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Pembelajaran 2, terutama bagian yang belum dikuasai.


PETUNJUK JAWABAN SOAL LATIHAN

  1. Parameter yang dimaksud dalam hal ini adalah ukuran populasi hama, distribusi hama, tingkatan dan perkembangan hama, serta spesies, distribusi dan banyaknya srangga berguna, status tanaman iniang dan nilai ekonomi tanaman
  2. Komponen utama pada pemantauan terbagi atas dua yaitu :
    1. menentukan padat populasi hama; dan
    2. menentukan kondisi dan karakteristik tanaman
  3. Tidakan pencegahan adalah strategi penelolaan yang lebih efektif dan disukai dalam PHT. Tindakan preventif/pencegahan dimulai dengan pemeriksaan lahan serta semua aspek dari sistem produksi tanaman agar dapat menentukan apakah tanaman tersebut dapat diobati guna mencegah populasi hama melebihi ambang ekonomi
  4. untuk menentukan apakah apa yang sudah dilaksanakan dapat dikateorikan memiliki hasil yang maksimal. Apabilah hasilnya tidak seperti yang diharapkan maka dapat dievaluasi guna memberikan hasil yang baik pada periode tanaman berikutnya.
  5. Dalam mengabil keputusan maka perlu memperhatikan beberapa langkah, sebagai berikut :
    1. Melakukan identifikasi spesies hama dengan tepat
    2. Menetapkan parameter hama dan biologi pertanaman
    3. Merencanakan/menilai strategi preventif
    4. Pemantauan
    5. Pengambilan keputusan
    6. Memilih taktik pengendalian hama optional
    7. Implementasi
    8. Evaluasi

RANGKUMAN

 Pengembangan program PHT tergantung pada beberapa interaksi informasi yang digunakan secara bersama-sama untuk membuat keputusan penelolaan. Keputusan yang paling efektif dalam PHT memerlukan informasi yang relevan dengan semua langkah yang diperoleh sebelum keputusan dibuat. Dalam mengabil keputusan maka perlu memperhatikan beberapa langkah, yaitu : Melakukan identifikasi spesies hama dengan tepat; Menetapkan parameter hama dan biologi pertanaman; Merencanakan/menilai strategi preventif; Pemantauan; Pengambilan keputusan; Memilih taktik pengendalian hama optional; Implementasi; Evaluasi


TES FORMATIF

  1. Informasi apa yang perlu diketahui saat melakukan identifikasi spesies hama?
    1. Informasi terkait musuh alami
    2. Informasi terkait insektisida
    3. Informasi terkait ekologi dan biologi
    4. Informasi terkait jumlah spesies hama
  2. Berikut adalah penetapan parameter hama dan biologi pertanaman, kecuali!
    1. Ukuran populasi hama
    2. Ukuran hama
    3. Distribusi hama
    4. Tingkatan dan perkembangan hama
  3. Untuk memulai tindakan preventif/pencegahan, maka perlu dilakukan?
    1. Pemeriksaan lahan
    2. Pemberian pestisida
    3. Pengecakan musuh alami
    4. Memastikan jumlah populasi hama
  4. Salah satu komponen utama pada langkah pemantauan yaitu!
    1. Menentukan jumlah poplasi hama
    2. Menentukan kondisi lingkungan
    3. Menentukan takaran pestisida
    4. Menentukan padat populasi hama
  5. Pengambilan keputusan perlu melibatkan evaluasi terhadap?
    1. Penetapan parameter hama
    2. Informasi hasil pemantauan
    3. Matinya musuh alami
    4. Informasi banyaknya jenis hama
  6. Tersedianya metode PHT merupakan bagian dari komponen komunitas pertanian pada langkah?
    1. Memilih taktik pengendalian hama optional
    2. Implementasi
    3. Evaluasi
    4. Pengambilan keputusan
  7. Makna sistem tanaman / agroekosistem pada langkah memilih taktik pengendalian adalah?
    1. Program PHT harus sesuai dengan karakteristik hama
    2. Program PHT harus sesuai dengan sistem tanam dan agroekosistem
    3. Program PHT harus melihan dari aspek musuh alami
    4. Program PHT harus menjangkau seluruh ekosistem
  8. Mengapa langkah evaluasi perlu dilaksanakan?
    1. Untuk melihat pengendalian hama berjalan dengan baik atau tidak
    2. Untuk melihat hama yang sudah diberikan pestisida
    3. Untuk melihat musuh alami
    4. Untuk mengukur seberapa banyak hama pada ekosistem
Last modified: Thursday, 2 July 2020, 12:34 AM