Falsafah Perlindungan Tanaman

 Segala upaya telah dikerahkan oleh manusia untuk melindungi tanaman baik dari ancaman serangan OPT , maupun kondisi fisik lingkungan termasuk cuaca yang dapat merusak kualitas tanaman. Ada perbedaan makna antara kata tanaman dan tumbuhan. Tanaman merupakan tumbuhan yang sengaja dibudidayakan oleh manusia, sedangkan tumbuhan merupakan organisma hidup yang mempunyai akar, batang dan daun, berklorofil dan mempunyai inti sel. Perbedaan istilah antara perlindungan tanaman dengan perlindungan tumbuhan berasal dari perbedaan prinsip pendekatan pengendalian oleh dua kelompok besar ilmuwan, yaitu entomologi dan fitopatologi (Still : 1978).

 Di dalam Pasal 1(7) Undang-undang nomor 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman yang tertera bahwa “Perlindungan Tanaman adalah segala upaya untuk mencegah kerugian pada budidaya tanaman yang diakibatkan oleh organisme pengganggu tumbuhan”. Atas dasar tersebut, maka di Indonesia lebih dikenal dengan istilah perlindungan tanaman. Istilah perlindungan tanaman sama dengan istilah Plant Protection yang digunakan di dunia internasional yang telah disepakati oleh International Plant Protection Convention (IPPC).

 Falsafah perlindungan tanaman merupakan upaya untuk menyelesaikan kesenjangan antara kerusakan ekosistem yang terjadi dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat, Adanya serangan OPT pada tanaman sampai saat ini masih menjadi masalah utama dalam peningkatan produksi tanaman. Pada masa sebelum abad ke-19, Pengendalian dengan menggunakan pestisida memberikan dampak negatif pada tanaman dan lingkungan hidup secara luas, hal ini menunjukkan kelemahan dari upaya perlindungan tanaman di masa lalu.

 Akibat dari dampak negatif pestisida, membuat manusia sadar akan pentingnya pengendalian hama seyogyanya lebih memperhatikan aspek-aspek ekologi. Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) adalah program yang tepat dalam meminimalisasi penggunaan pestisida sintetik, penekanannya pada pendekatan mengelola hama agar tetap seimbang dengan ekosistem. Sehingga dapat diartikan bahwa upaya perlindungan tanaman lebih mengedepankan pendekatan ekologi yang tujuannya lebih menjaga ekosistem dengan menggunakan peran dari perlindungan tanaman.

 Meskipun program PHT telah dilaksanakan, masih juga terdapat beberapa permasalahan yaitu masih ada beberapa petani yang menggunakan pestisida dengan dosis tidak sesuai anjuran dan frekwensi yang berlebihan dalam mengendalikan hama, dengan kata lain masih ada ketergantungan petani untuk menggunakan pestisida. Tentu saja hal ini membutuhkan peran serta seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) dalam menciptakan atmosfer pertanian sesuai yang diharapkan yang pada akhirnya dapat mewujudkan masyarakat yang memiliki integritas kesadaran dalam pengelolaan lingkungan.


SOAL LATIHAN

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah soal latihan berikut!
  1. Jelaskan perbedaan istilah antara perlindungan tanaman dengan perlindungan!
  2. Sebutkan bunyi Pasal 1 angka 7 Undang-undang nomor 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman!
  3. Jelaskan makna falsafah perlindungan tanaman!
  4. Jelaskan Teknik pemberantasan hama dengan menggunakan metode Pengelolaan Hama Terpadu (PHT)!

 Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Pembelajaran 1.

image/svg+xml Tingkat penguasaan = Jumlah Jawaban yang Benar Jumlah Soal ✕ 100%

Arti tingkat penguasaan : 90 - 100% = baik sekali
80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

 Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan pembelajaran 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Pembelajaran 2, terutama bagian yang belum dikuasai.


PETUNJUK JAWABAN SOAL LATIHAN

  1. Perbedaan istilah antara perlindungan tanaman dengan perlindungan tumbuhan berasal dari perbedaan prinsip pendekatan pengendalian oleh dua kelompok besar ilmu pendukungnya, yaitu ilmu serangga (entomologi) dan ilmu penyakit tumbuhan (fitopatologi)
  2. Pasal 1(7) Undang-undang nomor 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman yang menyebutkan “Perlindungan Tanaman adalah segala upaya untuk mencegah kerugian pada budidaya tanaman yang diakibatkan oleh organisme pengganggu tumbuhan”.
  3. Falsafah perlindungan tanaman merupakan upaya untuk menyelesaikan kesenjangan antara kerusakan ekosistem yang terjadi dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat, Adanya serangan OPT pada tanaman sampai saat ini masih menjadi masalah utama dalam peningkatan produksi tanaman.
  4. Akibat dari dampak negatif pestisida, membuat manusia sadar akan pentingnya pengendalian hama seyogyanya lebih memperhatikan aspek-aspek ekologi. Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) adalah program yang tepat dalam meminimalisasi penggunaan pestisida sintetik, penekanannya pada pendekatan mengelola hama agar tetap seimbang dengan ekosistem.

RANGKUMAN

 Di dalam Pasal 1(7) Undang-undang nomor 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman yang tertera bahwa “Perlindungan Tanaman adalah segala upaya untuk mencegah kerugian pada budidaya tanaman yang diakibatkan oleh organisme pengganggu tumbuhan”. Atas dasar tersebut, maka di Indonesia lebih dikenal dengan istilah perlindungan tanaman. Istilah perlindungan tanaman sama dengan istilah Plant Protection yang digunakan di dunia internasional yang telah disepakati oleh International Plant Protection Convention (IPPC).

 Komitmen dalam penerapan program PHT membutuhkan peran serta kerja bersama yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) dalam menciptakan atmosfer pertanian sesuai yang diharapkan yang pada akhirnya dapat mewujudkan masyarakat yang memiliki integritas kesadaran mengelola lingkungan.


TES FORMATIF

  1. Apakah makna tumbuhan?
    1. Tumbuhan yang hidup di alam liar
    2. Tumbuhan yang ditanam oleh manusia
    3. Tumbuhan yang merambat
    4. Tumbuhan yang hidup di iklim tropis
  2. Tumbuhan merupakan makhluk hidup?
    1. Mempunyai batang
    2. Mempunyai akar
    3. Memiliki daun
    4. Semua jawaban benar
  3. Undang-Undang nomor 12 Tahun 1992 mengatur tentang?
    1. Perlindungan Tanaman
    2. Perlindungan Tumbuhan
    3. Sistem Budidaya Tanaman
    4. Sistem Perlindungan Tanaman
  4. Apa nama konvesi internasional yang menyepakati istilan Plant Protection?
    1. International Plant Protection Convention (IPPC)
    2. International Convention for the Protection of All Persons from Enforced Disappearance (ICPPED)
    3. International Convention for The Suppression of Acts of Nuclear Terrorism (ICSANT)
    4. Convention on International Liability for Damage Caused by Space Objects
  5. Apa makna falsafah perlindungan tanaman?
    1. Upaya untuk segera menyelesaikan permasalahan pada tanaman
    2. Upaya untuk menghilangkan hama dari tanaman
    3. Upaya untuk menanggapi serangan hama pada tanaman yang mengakibatkan rusaknya hasil tanaman
    4. Upaya untuk menanggapi kesenjangan antara kerusakan ekosistem yang terjadi dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat
  6. Langkah pengendalian hama oleh manusia lebih memperhatikan aspek apa?
    1. Aspek Lingkungan
    2. Aspek Ekologi
    3. Aspek Ekosistem
    4. Aspek Pegelolaan Hama Terpadu (PHT)
Last modified: Wednesday, 1 July 2020, 11:56 PM